KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
206. Martinus V (1417-1431)
Martinus lahir di Genazzano, Latium, tahun 1368 dengan nama Oddone Colonna. Ia keturunan Romawi. Ia termasuk salah seorang promoter Konsili Pisa dan berpartisipasi dalam Konsili Konstantinopel di mana ia terpilih menjadi paus. Konsili dihadiri 22 kardinal dan utusan 5 negara, berlangsung hanya tiga hari. Keterpilihannya berbarengan dengan penurunan takhta dari ketiga paus yang sebelumnya yakni Gregorius XII yang dianggap sah, Benediktus XIII dan Yohanes XXIII yang keduanya dianggap paus tandingan. Ia terpilih menjadi paus pada 21 November 1417 dan baru berhasil masuk Roma pada tahun 1420. Ia disambut meriah. Untuk waktu yang cukup lama dialah paus Roma pertama. Tetapi pontifikatnya bukanlah tanpa kesulitan. Ia mesti mengatasi beberapa persoalan. Pertama ialah tentang doktrin yang mengatakan dewan konsili lebih tinggi dari pada paus. Selama Konsili Konstantinopel, ia memegang prinsip itu. Tetapi setelah terpilih ia mengubah pikirannya yaitu bahwa paus adalah otoritas tertinggi dan menjadi superior atas sewan konsili, khususnya dalam iman dan pemerintahan gerejawi. Kiranya perlu memperdamaikan hal tersebut karena posisinya merupakan hasil konsili yang menghentikan tiga paus sebelum dia. Seraya memperhatikan kebijakan gerejawi, Martinus melakukan tindakan energetic bagi penyembuhan moral administrative dan kemasyarakatan. Ia mendapatkan kembali semua wilayah gereja. Ia sukses besar berjuang melawan bandit. Memang ia dituding nepotisme.
Ia menjadi pelindung seni dan budaya. Tahun 1423 dikumandangkan sebagai Tanah Suci. Petualangan Joan dari Arc terjadi pada masa itu dan Martinus bermaksud menyelamtkannya dari bahaya. Namun maksudnya tidak tercapai karena ia keburu meninggal. Ia memulai kantor kementrian apostolic yang sekarang disebut kementrian sekretaris Negara. Knator itu membantu paus untuk utusan pemerintahan Gereja Universal, penghubung antara paus dan beberapa pelayan di Kuria Roma. Para duta dikirimnya ke berbagai negara untuk misi perdamaian. Ia memrintahkan para imam untuk memakai jubah. Ia wafat pada 20 Februari 1431 dan dimakamkan di Basilika St. Yohanes Lateran.
|